Narative.id Pemalang · Network of Local News
ADVERTISEMENTPILKADES 2026
Pendidikan

Dua Tragedi dalam Dua Bulan, Apa yang Berubah dari Sistem Pengawasan Sekolah di Pemalang?

NARATIVE.ID, PEMALANG — Kurang dari dua bulan sebelum Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa SDN 1 Kebondalem, meninggal dunia, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menyatakan aka…
Penyerahan bantuan sosial santunan kematian senilai Rp3 juta kepada keluarga penerima manfaat di Kabupaten Pemalang, didampingi unsur pemerintah daerah dan pihak terkait.
Penyerahan bantuan sosial santunan kematian senilai Rp3 juta kepada keluarga penerima manfaat di Kabupaten Pemalang, didampingi unsur pemerintah daerah dan pihak terkait. · Foto: Dok. Narative.id / Istimewa
NARATIVE.ID, PEMALANG — Kurang dari dua bulan sebelum Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa SDN 1 Kebondalem, meninggal dunia, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menyatakan akan memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah setelah kasus dugaan perundungan yang menimpa siswa SMPN 4 Randudongkal.

Pada 6 Agustus 2026, Plt Bupati Pemalang Nurkholes mendatangi SMPN 4 Randudongkal setelah seorang siswa sekolah tersebut meninggal dunia dalam kasus yang kemudian ditangani kepolisian.

Dalam kunjungan itu, Nurkholes meminta perhatian terhadap siswa dan pengawasan lingkungan sekolah ditingkatkan.

“Saya berharap ini menjadi kasus yang terakhir di Kabupaten Pemalang. Perhatian terhadap siswa harus lebih ditingkatkan, begitu juga pengawasan terhadap lingkungan sekolah,” kata Nurkholes sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Pemkab Pemalang saat itu juga menyatakan akan memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV, terutama di titik yang sulit dipantau langsung oleh guru seperti lorong sekolah, area sekitar toilet, dan lokasi minim pengawasan.

Nurkholes menyebut keberadaan CCTV penting untuk membantu pengawasan sekaligus menjadi alat pendukung apabila terjadi suatu peristiwa di lingkungan sekolah.

Selain CCTV, Pemkab juga meminta sekolah memperkuat deteksi dini, pelaporan cepat, serta membangun lingkungan yang membuat siswa berani melaporkan tindakan perundungan.

Namun, kurang dari dua bulan kemudian, kasus lain muncul di SDN 1 Kebondalem, Kecamatan Pemalang.

Muhammad Hasbi Al Aqib meninggal dunia pada Rabu, 30 September 2026.

Keluarga menyampaikan bahwa sebelum meninggal, korban sempat mengaku mengalami pemukulan dan tendangan dari kakak kelas.

Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Proses autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

Sehari setelah korban meninggal, Kamis (1/10/2026), Nurkholes mendatangi sekolah dan rumah duka.

“Tadi ke sekolahan dan mendapat laporan kronologi kejadian, memang ada perselisihan antara korban dan pelaku, kemudian terjadilah pemukulan,” ujar Nurkholes sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Pemkab kembali menegaskan tidak mentoleransi tindakan perundungan dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Jarak waktu yang relatif dekat antara kasus SMPN 4 Randudongkal dan SDN 1 Kebondalem membuat efektivitas penguatan pengawasan sekolah menjadi pertanyaan yang relevan.

Pada Agustus lalu, Pemkab telah menyebut pemasangan CCTV, deteksi dini, pelaporan cepat, penguatan Sekolah Ramah Anak, serta keberanian siswa melaporkan perundungan sebagai bagian dari langkah pencegahan.

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara terbuka sejauh mana langkah tersebut telah direalisasikan di sekolah-sekolah Kabupaten Pemalang.

Sejumlah pertanyaan masih memerlukan jawaban dari Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah.

Berapa sekolah yang telah dipasangi atau mendapat tambahan CCTV setelah evaluasi kasus SMPN 4 Randudongkal?

Apakah SDN 1 Kebondalem termasuk sekolah yang masuk dalam rencana penguatan sistem pengawasan?

Berapa anggaran yang disiapkan dan berapa realisasi pengadaan CCTV sekolah pada 2026?

Apa instruksi atau tindak lanjut Dinas Pendidikan kepada seluruh SD dan SMP setelah kasus Randudongkal?

CCTV sendiri bukan satu-satunya ukuran keamanan sekolah.

Pengawasan guru, mekanisme pengaduan, komunikasi dengan orang tua, deteksi dini, respons kepala sekolah, serta sistem perlindungan anak tetap menjadi bagian penting dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Karena itu, pertanyaan lain juga perlu dijawab.

Kapan pihak SDN 1 Kebondalem pertama kali mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap Hasbi?

Apa langkah yang dilakukan sekolah setelah memperoleh informasi tersebut?

Apakah terdapat laporan sebelumnya dari siswa, teman, guru, maupun keluarga?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting untuk mengetahui apakah sistem pengawasan dan pelaporan di tingkat sekolah telah berjalan sesuai mekanisme.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi Narative.id Pemalang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT