Narative.id Pemalang · Network of Local News
ADVERTISEMENTPILKADES 2026
PILKADES 2026

Dari Lebe hingga Maju Pilkades Kabunan, Slamet Muhajirin: Awalnya Tak Pernah Terpikir Jadi Kepala Desa

NARATIVE.ID, Pemalang — Lebih dari dua dekade bekerja di lingkungan Pemerintah Desa Kabunan membuat Slamet Muhajirin mengaku tidak asing dengan berbagai persoalan yang dihadapi…
calon kades kabunan-slamet muhajirin
calon kades kabunan-slamet muhajirin · Foto: fadli nizami

NARATIVE.ID, Pemalang — Lebih dari dua dekade bekerja di lingkungan Pemerintah Desa Kabunan membuat Slamet Muhajirin mengaku tidak asing dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Namun, ia mengatakan perjalanan panjang tersebut pada awalnya sama sekali tidak disertai keinginan menjadi kepala desa.

Slamet Muhajirin merupakan warga RT 02/RW 06, Dusun III atau Dusun Cebong, Desa Kabunan. Dalam wawancara dengan Narative.id, ia mengatakan mulai menjalankan tugas sebagai lebe di Desa Kabunan sejak 8 Januari 2003. Dalam perjalanan berikutnya, sekitar 2007, ia menjalankan tugas sebagai Kaur Kesra.

Posisi itu, menurutnya, membuat dirinya cukup lama bersentuhan langsung dengan berbagai kebutuhan warga, mulai pelayanan sosial, kesehatan hingga persoalan bantuan pemerintah.

Berikut petikan wawancara Narative.id bersama Slamet Muhajirin.

Narative.id: Sejak kapan mulai bekerja di Pemerintah Desa Kabunan?

Slamet Muhajirin:
Saya bermula dari pekerjaan sebagai petugas pelayanan, atau masyarakat Desa Kabunan menyebutnya lebe. Sejak 8 Januari 2003 saya dilantik sebagai lebe di Desa Kabunan dan pekerjaan itu saya jalani sampai sekarang.

Narative.id: Apakah sejak awal sudah mempunyai keinginan menjadi kepala desa?

Slamet Muhajirin:
Tidak ada angan-angan sama sekali. Kondisi keuangan saya pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari bersama keluarga. Jadi memang tidak pernah terpikir untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Dalam wawancara tersebut, Slamet mengatakan dorongan untuk maju justru datang dari sejumlah warga dan tokoh masyarakat yang mendatanginya

. 

Narative.id: Lalu apa yang membuat akhirnya bersedia maju?

Slamet Muhajirin:
Ada tokoh masyarakat, kemudian warga yang lain datang ke rumah saya. Mereka meminta dan mendorong saya mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Narative.id: Menurut Anda, mengapa warga memberikan dorongan tersebut?

Slamet Muhajirin:
Mungkin berawal dari pekerjaan saya. Ketika menjadi Kaur Kesra, saya langsung bersentuhan dengan masyarakat. Saya sering mendengar keluhan masyarakat mengenai kesejahteraan, terutama kesehatan dan program bantuan.

Menurut Slamet, pengalaman tersebut memberinya kesempatan melihat secara langsung bagaimana pelayanan desa bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ia mencontohkan ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan, pengurusan administrasi maupun akses program sosial pemerintah. Pengalaman itulah yang kemudian ia sebut menjadi salah satu latar belakang kesediaannya mengikuti kontestasi Pilkades Kabunan.

Narative.id: Jadi keputusan maju bukan keputusan yang direncanakan sejak lama?

Slamet Muhajirin:
Tidak. Saya dari awal tidak mempunyai angan-angan menjadi kepala desa. Tetapi warga yang mendorong. Akhirnya saya bismillah bersama warga.

Pernyataan itu kembali disampaikan Slamet menjelang akhir wawancara. Ia menegaskan pencalonannya, bermula dari dorongan warga setelah bertahun-tahun menjalankan pelayanan di Desa Kabunan.

Bersambung: Seri 2 — Slamet Muhajirin Bicara Kesehatan dan Bansos di Desa Kabunan

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Moh. Fadli Nizami P, S.IP
Reporter / Redaksi Narative.id Pemalang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT