NARATIVE.ID, Pemalang — Sebanyak enam desa di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, mengalami kekeringan hingga awal Oktober 2026. Pemerintah kecamatan mencatat kebutuhan dropping air bersih tersebar di 37 titik.
Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim, S.H., M.H. mengatakan data terakhir yang dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang per 6 Oktober 2026 mencakup Desa Watukumpul, Majalangu, Tambi, Tlagasana, Cawet, dan Bongas.
“Terakhir kami laporkan kepada BPBD per tanggal 6 Oktober, terdapat enam desa yang mengalami bencana kekeringan, yaitu Watukumpul, Majalangu, Tambi, Tlagasana, Cawet dan Bongas dengan total lokasi ada di 37 titik lokasi dropping air,” kata Arief kepada NARATIVE.ID, Rabu (7/10/2026).
Menurut Arief, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak selama ini dibantu sejumlah pihak.
Menurut Arief, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak selama ini dibantu sejumlah pihak.Bantuan air bersih berasal dari BPBD Kabupaten Pemalang, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka Kwartir Ranting Watukumpul, serta sejumlah donatur pribadi dan relawan.
Penyaluran air bersih menjadi langkah cepat untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan pasokan air selama kekeringan.
Namun Arief menegaskan, dropping air bersih tidak dapat menjadi satu-satunya cara penanganan dalam jangka panjang.
“Menurut saya, dropping air bersih harus kita tempatkan sebagai solusi kedaruratan, bukan solusi permanen,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kecamatan Watukumpul mendorong pembangunan sistem ketahanan air di tingkat desa maupun kecamatan.
Menurut Arief, sejumlah pendekatan yang perlu dilakukan antara lain pemetaan sumber mata air, konservasi sumber mata air dan daerah tangkapan air, serta pembangunan sarana penyimpanan air permanen.
“Solusi permanen yang kami dorong adalah membangun sistem ketahanan air desa dan kecamatan, dengan beberapa pendekatan, yaitu pemetaan sumber mata air, konservasi sumber mata air dan daerah tangkapan air, membangun sarana penyimpanan air permanen,” katanya.
Masalah kekeringan di Watukumpul bukan hanya terjadi pada satu titik. Data penyaluran air pada Agustus 2026 juga menunjukkan bantuan telah menjangkau Desa Watukumpul, Tambi dan Cawet dengan ribuan warga penerima manfaat.
Dengan meluasnya titik terdampak menjadi 37 lokasi di enam desa, kebutuhan penanganan jangka panjang terhadap sumber dan ketersediaan air menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
Pemetaan sumber air dan daerah tangkapan menjadi penting agar penanganan kekeringan tidak hanya mengandalkan distribusi air tangki setiap musim kemarau.


▶
▶
▶
▶
▶
▶
▶






Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR